| Senior Official Meeting (SOM) FEALAC ke-9, Buenos Aires, 7-8 April 2009 |
| Tuesday, 21 April 2009 15:19 | |
|
SENIOR OFFICIAL MEETING (SOM) FEALAC Ke-9 Buenos Aires, 7-8 April 2009
Senior Official Meeting (SOM) FEALAC Ke-9 telah berlangsung pada tanggal 7-8 April 2009 dan dihadiri oleh wakil-wakil dari 27 dari 33 negara anggota FEALAC (Argentina, Australia, Bolivia, Brazil, Brunei Darussalam, Chile, China, Dominika, Ekuador, El Salvador, Filipina, Kamboja, Korea Selatan, Kosta Rika, Kuba, Paraguay, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Uruguay, Venezuela, dan Vietnam, serta Honduras sebagai Observer). Sidang diketuai bersama oleh Argentina dan Jepang sebagai koordinator masing-masing kawasan. Delegasi Indonesia diketuai oleh Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika-Eropa dengan wakil dari KBRI Buenos Aires sebagai anggota.
Sidang yang dibuka oleh Wakil Menlu Argentina ini dimaksudkan untuk me-review kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama kurun waktu 2 tahun ini, dan juga sebagai persiapan menghadapi Pertemuan Tingkat menteri yang akan diadakan bulan September 2009 di Tokyo, Jepang. Oleh karena itu, sidang juga membahas isu-isu yang akan menjadi fokus pembahasan di Jepang, merekomendasikan future direction yang akan ditempuh FEALAC pada dekade kedua ini dan menyiapkan outcomes pertemuan Menteri.
Terkait dengan pertemuan Menteri di Jepang September mendatang, salah satu hal penting yang akan dibahas antara lain mengenai isu Krisis Finansial Global. Negara-negara FEALAC, khususnya Asia, berpandangan perlunya memberdayakan regional mechanism, seperti Chiangmai Initiatives dan perlunya dilakukan reform terhadap institusi keuangan internasional seperti World Bank dan IMF untuk lebih meningkatkan manfaatnya bagi negara-negara yang membutuhkan. Sebagian negara Amerika Latin juga meminta pertimbangan negara-negara FEALAC mengenai perlunya untuk melibatkan organisasi-organisasi keuangan regional (seperti IDB dan ADB) dalam kegiatan-kegiatan FEALAC dalam rangka membantu dan menjamin terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut. Pertemuan mengharapkan agar negara-negara FEALAC yang mengikuti pertemuan G-20 lalu dapat berbagi pengalaman mengenai pertemuan dan hasil-hasilnya.
Isu menonjol lain yang disampaikan melalui laporan Working Group (WG) adalah kontra terorisme, Small and Medium Enterprises (SMEs), Turisme, dan Information Technology (IT). Terkait dengan Working Group, pertemuan ini juga menyepakati bahwa WG I yang selama ini disebut WG Politik, Kebudayaan dan Pendidikan, diganti menjadi WG Politik, Kebudayaan, Pendidikan dan Olah Raga, mengingat besarnya minat negara-negara FEALAC di bidang olah raga.
Salah satu topik yang dibahas dalam SOM ke-9 adalah usulan Jepang mengenai Modalitas FEALAC. Tujuan utama dari usulan ini adalah demi tercapainya efisiensi, efektivitas, dan menjamin partisipasi maksimal dari negara-negara FEALAC. Namun demikian, disadari pula bahwa meskipun usulan ini ditujukan demi efisiensi dan efektivitas, tetap diperlukan adanya fleksibilitas dalam pelaksanaannya, mengingat adanya concern lain, terkait dengan kewajiban Koordinator Kawasan untuk menjadi host untuk pertemuan SOM dan tiga Working Group sehingga durasi pertemuan menjadi lebih lama. Karena itu, disepakati bahwa modalitas ini akan dilaksanakan dalam bentuk uji coba, untuk kurun waktu 2 tahun dari 2009 hingga 2011.
Pada SOM ini, Delegasi Indonesia telah menyampaikan secara resmi kesediaan Indonesia menjadi Koordinator Asia untuk Periode 2009-2011 menggantikan Jepang. Posisi lainnya, dari hasil konsultasi antara negara-negara Asia disepakati bahwa Korea akan menjadi Co-Chair WG I menggantikan Indonesia bersama Kolombia, Filipina menjadi Co Chair WG II, dan Selandia Baru tetap menjadi Co-Chair WG III. Sedangkan wakil-wakil Amerika Latin belum menentukan wakil-wakil untuk WG II dan III, masih akan dikonsultasikan lebih lanjut.
Jakarta, 20 April 2009
|
