Indonesia Dipercaya Menjadi Jembatan Kawasan Asia - Amerika Latin
Wednesday, 20 January 2010 13:43
Indonesia dipercaya untuk menjadi koordinator Asia untuk Forum Asia –Amerika Latin pada Pertemuan Menteri Luar Negeri Forum Kerjasama Asia – Amerika Latin (FEALAC) di Tokyo, 16 – 17 Januari 2010.
Dalam Konferensi Pers pada 17 Januari 2010, pukul 12.15 waktu setempat, Menlu RI Marty Natalegawa menyatakan bahwa dalam menjalankan peran sebagai koordinator, Indonesia siap untuk menjadi jembatan yang menghubungkan kawasan Asia dan Amerika Latin. Menlu menegaskan bahwa Indonesia telah merintis peran sebagai penghubung antar-kawasan yaitu antara Asia dan Afrika pada Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 di Bandung. Dengan semangat yang sama, Indonesia akan menjalankan peran sebagai koordinator Asia untuk kerjasama Asia – Amerika Latin.
Menlu juga menegaskan kepercayaan Indonesia bahwa FEALAC akan dapat meningkatkan hubungan kerjasama antara kedua kawasan secara lebih meluas sebagaimana yang diidentifikasi dalam Deklarasi Tokyo yang memuat isu-isu yang menjadi perhatian bersama yaitu krisis ekonomi global, social inclusion, serta lingkungan hidup dan pembangunan yang berkelanjutan.
Menjawab pertanyaan wartawan setempat mengenai kerjasama apa yang diharapkan Indonesia dari Jepang di masa mendatang, Menlu mengemukakan hubungan Indonesia dan Jepang selalu bersifat mutual benefit. Selain kerjasama dalam bidang ekonomi dan perdagangan yang telah lama terjalin, kerjasama kedua negara saat ini telah berkembang ke berbagai bidang.
Saat ini Jepang merupakan mitra utama Indonesia dalam kerjasama lingkungan hidup dan perubahan iklim. Penguatan institusi demokrasi juga merupakan bidang kerjasama kedua negara, di mana dukungan Jepang untuk memajukan demokrasi ditunjukkan oleh PM Hatoyama yang menjadi co-chair dalam Bali Democracy Forum II pada 10 – 11 Desember 20009.
Menlu juga menambahkan bahwa hubungan kerjasama Indonesia dengan Jepang akan semakin berkembang menjadi hubungan yang lebih saling membutuhkan dan multi sektoral dengan terpilihnya Indonesia sebagai anggota G-20. Hal ini merefleksikan pengakuan dunia terhadap peran Indonesia terhadap isu-isu global.
Indonesia menggantikan peran Jepang sebagai koordinator Asia FEALAC. Koordinator kawasan Amerika Latin dijabat oleh Argentina.
FEALAC didirikan pada tahun 1999 untuk meningkatkan dan memperluas kerjasama antara Asia dan Latin America. FEALAC beranggotakan 34 negara, terdiri dari 16 negara Asia dan 18 negara Amerika Latin dengan anggota terbaru Mongolia.
FEALAC Day, Memperingati 10 Tahun Pendirian FEALAC
Monday, 07 December 2009 14:30
DEPARTEMEN LUAR NEGERI
REPUBLIK INDONESIA
FEALAC Day, memperingati 10 tahun pendirian
Forum of EastAsia - Latin America Cooperation
Gedung Caraka Loka
Jakarta, 9 Desember 2009
PRESS RELEASE
Dalam rangka memperingati 10 tahun berdirinya Forum of East Asia – Latin America Cooperation (FEALAC), akan diselenggarakan FEALAC Day pada tanggal 9 Desember 2009, yang merupakan aktifitas pameran/bazaar selama satu hari, dan diikuti 21 (dua puluh satu) perwakilan diplomatik negara-negara mitra.
Menteri Luar Negeri R.M. Marty Natalegawa dijadwalkan akan membuka acara, yang juga dimeriahkan dengan promosi identitas budaya melalui fashion show pakaian khas negara-negara mitra FEALAC, sajian kuliner, musik, dan kerajinan tradisional. Pameran dan Bazar akan resmi dibuka pada pukul 10.00 dan terbuka untuk umum pada pukul 11.00 – 16.00 WIB.
Indonesia sebagai inisiator kegiatan tersebut, merupakan mitra forum kerjasama intra-kawasan FEALAC yang terdiri dari 15 negara kawasan Asia (10 negara anggota ASEAN, Australia, Cina, Jepang, Korea Selatan, dan Selandia Baru) dan 18 negara kawasan Amerika Latin (Argentina, Bolivia, Brasil, Chili, Republik Dominika, Ekuador, El Salvador, Guatemala, Kolombia, Kosta Rika, Kuba, Meksiko, Nikaragua, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay, dan Venezuela). Bagi Indonesia, forum ini merupakan sarana untuk menggali potensi peningkatan kerjasama antara negara-negara Asia dan Amerika Latin, baik kerjasama di bidang politik, ekonomi, maupun sosial.
FEALAC didirikan pada tahun 1999 atas keinginan negara-negara Asia Timur dan Amerika Latin sebagai penyeimbang dan pelengkap dari kerjasama yang telah ada, yaitu APEC, ARF dan ASEM. Organisasi ini terdiri dari 33 negara anggotadengan total penduduk lebih dari2.3 milyar. Neraca Perdagangan Indonesia dalam beberapa tahun belakang dengan negara-negara anggota FEALAC telah meningkat secara signifikan, yakni sebesar 45% dari US$ 116 trilyun pada tahun 2007 menjadi US$ 168 trilyun pada tahun 2008.
Dari nilai perdagangan yang terus meningkat ini terlihat pentingnya kerjasama FEALAC bagi Indonesia untuk terus mengali potensi kerjasama dengan negara-negara mitra FEALAC, baik dari kawasan Asia yang merupakan partner tradisional, maupun dari kawasan Amerika Latin yang masih menyimpan banyak peluang bagi Indonesia.
Dengan diadakannya acara ini diharapkan akan mempererat hubungan antar negara anggota serta memperkenalkan dan meningkatkan public awareness mengenai FEALAC.
Dit.KIK Amerop
Desember 2009
Press Release: Menggali Potensi Kerjasama Negara-negara Mitra FEALAC dengan Provinsi Riau Melalui FEALAC Outreach Program 2009 di Pekanbaru, Indonesia, 11 Juni 2009
Thursday, 18 June 2009 16:49
PRESS RELEASE
Menggali Potensi Kerjasama Negara-negara Mitra FEALAC dengan Provinsi Riau Melalui FEALAC Outreach Program 2009
di Pekanbaru, Indonesia, 11 Juni 2009
Dalam rangka membangun jejaring dan menggali potensi daerah untuk kerjasama dengan negara-negara mitra FEALAC, Departemen Luar Negeri RI bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Propinsi Riau dan Universitas Riau (UNRI) telah menyelenggarakan FEALAC Outreach Program 2009 di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Riau, pada tanggal 11 Juni 2009. Acara dihadiri oleh 180 peserta yang terdiri dari perwakilan beberapa instansi dan Muspida, pelaku usaha, akademisi, media massa dan delegasi-delegasi dari 9 perwakilan negara-negara mitra FEALAC di Indonesia yaitu China, Jepang, Korea Selatan, Laos, Malaysia, Singapura, Vietnam, Chile, dan Meksiko.
Acting Direktur Jenderal Amerika dan Eropa menyampaikan keynote address menyampaikan perihal latar belakang dan tujuan diselenggarakannya FEALAC Outreach Program 2009 dan partisipasi serta peran aktif Indonesia dalam FEALAC. Sebagai Ketua Kelompok Kerja I (Politik, Kebudayaan, dan Pendidikan) wilayah Asia, Indonesia berkepentingan untuk melaksanakan Outreach Programsebagai upaya diseminasi FEALAC kepada masyarakat luas, dan sekaligus mempertemukan pemda, pelaku usaha, dan akademisi dengan perwakilannegara-negara FEALAC di Indonesia yang hadir guna mendiskusikan pemanfaatan berbagai potensi kerjasama di berbagai bidang.
Sekretaris Daerah Riau, mewakili Gubernur Riau menyampaikan bahwa Pemda Riau menyambut baik inisiatif pelaksanaan FEALAC Outreach Program 2009 sebagai wahana untuk menawarkan potensi daerah kepada negara mitra FEALAC. Disampaikan pula dinamika perkembangan pembangunan wilayah Riau dengan pertumbuhan rata-rata di atas 8 persen pertahun dan merupakan destinasi investasi ke empat terbesar di Indonesia. Ditinjau dari kerangka kerjasama FEALAC, banyak potensi kerjasama yang dapat dikembangkan, termasuk dalam bidang ekoturisme.
FEALAC Outreach Program 2009 ini menghadirkan tiga pembicara setempat, yakni Arsyad Yuliandi Rachman dari Kamar Dagang dan Industri Riau, Bernadus Djonoputro dari Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah (BPMPD) Riau, dan Umy Oktyari, staf pengajar UNRI. Kesembilan perwakilan negara mitra FEALAC juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan presentasi mengenai potensi negara masing-masing serta peluang kerjasama yang dapat dijalin dengan Pemerintah Provinsi Riau.
Secara umum, program ini dapat dikatakan berhasil meningkatkan pemahaman dari peserta mengenai pentingnya kerjasama FEALAC baik bagi stakeholders Pemda Riau maupun bagi perwakilan negara-negara mitra FEALAC di Indonesia. Hasilyang sangat signifikan dari terlaksananya program ini adalah terciptanya hubungan yang dekat antara perwakilan mitra FEALAC di Indonesia dengan pejabat Pemerintah Provinsi Riau sebagai sarana dan peluang peningkatan kerjasama di berbagai bidang, terutama bisnis, investasi, kebudayaan dan pariwisata. Melalui kesempatan ini, Universitas Riau memperoleh peluang kerjasama, antara lain dalam bentuk tawaran program beasiswa dan dukungan untuk mengembangkan pusat-pusat studi dari beberapa perwakilan negara-negara mitra FEALAC yang hadir.
Pekanbaru, 11 Juni 2009
Direktur Kerjasama Intra Kawasan
Amerika dan Eropa
Press Release FEALAC Outreach Program, Pekanbaru, Riau, 11 Juni 2009
Wednesday, 03 June 2009 09:24
FEALAC OUTREACH PROGRAM
OPTIMALISASI HUBUNGAN PROPINSI RIAU DENGAN NEGARA-NEGARA ANGGOTA FEALAC
Pekanbaru, Riau, 11 Juni 2009
PRESS RELEASE
Hubungan bilateral Indonesia dan Amerika Latin yang menjadi anggota Forum East Asia and Latin America Cooperation (FEALAC) dalam beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Namun demikian belum semua propinsi memanfaatkannya guna membina danmeningkatkan hubungan perdagangan, ekonomi, investasi, pendidikan dan pariwisata dengan negara anggota FEALAC, dan masih banyak pelaku usaha dan masyarakat di daerah yang perlu mengenal lebihdekat FEALAC.
Menteri Luar Negeri Indonesia dalam Pertemuan Menteri-Menteri Luar Negeri III FEALAC di Brasilia, Brasil pada tahun 2007 telah menyampaikan keinginan Indonesia untuk melakukan berbagai kegiatan bagi pengenalan FEALAC antara lain melalui Seminar UKM di Bandung, Seminar Counter-Terrorism, di Semarang danjuga telah disetujuinya dalam Sidang Pejabat Tinggi SOM FEALAC ke-9tanggal 4-9 April 2009 di Buenos Aires, Argentina, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan upaya pengenalanKawasan Amerika Latin kepada masyarakat Indonesia, sekaligus meningkatkan hubungan dengan wilayah tersebut.Di pihak negara-negara Amerika Latin sendiri terdapat keinginan untuk menjalin hubungan yang lebih erat di berbagai bidang denganIndonesia.
FEALAC didirikan pada tahun 2001 atas keinginan negara-negara Asia Timur dan Amerika Latin sebagai penyeimbang dan pelengkap dari kerjasama yang telah ada, yaitu APEC, ARF dan ASEM. Organisasi ini terdiri dari 35 negara anggota dengan total penduduk lebih dari 2.3 milyar, dari Asia 1,9 milyar dan dari Amerika Latin 466 juta. Neraca Perdagangan Indonesia dengan negara-negara anggota FEALAC telah meningkat sebesar 45% dari US$ 116 trilyun (2007) menjadi US$ 168 trilyun (2008). Amerika Latin merupakan pasar potensial bagi produk-produk Indonesia, khususnya produk propinsi Riau dan wilayah sekitarnya. Untuk memaksimalkan potensi tersebut dan peningkatan hubungan kerjasama di berbagai bidang, terutama perdagangan, investasi,dan pariwisata perlu di diadakandiseminasi mengenai potensi wilayah Amerika Latin kepada seluruh komponen masyarakat Riau dan sekitarnya, termasuk kepada pejabat pemerintah, akademisi dan pengusaha, sekaligus diadakan pertemuan head to head Untuk itu, diadakanlah FEALAC OutreachProgram mengenai “Optimalisasi hubungan Propinsi Riau dengan Negara-negara Anggota FEALAC” yang berlangsung di hotel Grand Elite pada tanggal 11 Juni 2009. Selain sebagai sarana diseminasi, forum ini juga memberi kesempatan kepada pelaku usaha, pemda dan akademisi dengan para diplomat FEALAC di Indonesia untuk mengadakan pertemuan head to head dengan para diplomat FEALAC di Indonesia
Pertemuan ini ditujukan untuk membahas peningkatan hubungan bilateral Indonesia-negara-negara FEALAC dalam berbagai bidang. Selain itu, diharapkan dari pertemuan ini akan dapat membantu para pemangku kebijakan politik luar Negeri RI untuk memformulasikan kebijakan luar negeri yang tepat dengan negara-negara anggota FEALAC dalam menjawab tantangan dan peluang ke depan.
Seminar akan dihadiri oleh Pejabat Pemerintah Daerah Riau dan propinsi sekitarnya, pejabat Deplu serta perwakilan Departemen terkait, kalangan akademisi dan perguruan tinggi. Dari pihak anggota FEALAC antara lain akan hadir para diplomat China, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Singapura, Malaysia serta beberapa diplomat negara anggota FEALAC lainnya di Jakarta.
Jakarta, 2 Juni 2009
Senior Official Meeting (SOM) FEALAC ke-9, Buenos Aires, 7-8 April 2009
Tuesday, 21 April 2009 15:19
SENIOR OFFICIAL MEETING (SOM) FEALAC Ke-9
Buenos Aires, 7-8 April 2009
Senior Official Meeting (SOM) FEALAC Ke-9 telah berlangsung pada tanggal 7-8 April 2009 dan dihadiri oleh wakil-wakil dari 27 dari 33 negara anggota FEALAC (Argentina, Australia, Bolivia, Brazil, Brunei Darussalam, Chile, China, Dominika, Ekuador, El Salvador, Filipina, Kamboja, Korea Selatan, Kosta Rika, Kuba, Paraguay, Selandia Baru, Singapura, Thailand, Uruguay, Venezuela, dan Vietnam, serta Honduras sebagai Observer). Sidang diketuai bersama oleh Argentina dan Jepang sebagai koordinator masing-masing kawasan. Delegasi Indonesia diketuai oleh Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika-Eropa dengan wakil dari KBRI Buenos Aires sebagai anggota.
Sidang yang dibuka oleh Wakil Menlu Argentina ini dimaksudkan untuk me-review kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selamakurun waktu 2 tahun ini, dan juga sebagai persiapan menghadapi Pertemuan Tingkat menteri yang akan diadakan bulan September 2009 di Tokyo, Jepang. Oleh karena itu, sidang juga membahas isu-isu yang akan menjadi fokus pembahasan di Jepang, merekomendasikan future direction yang akan ditempuh FEALAC pada dekade kedua ini dan menyiapkan outcomes pertemuan Menteri.
Terkait dengan pertemuan Menteri di Jepang September mendatang, salah satu hal penting yang akan dibahas antara lain mengenai isu Krisis Finansial Global. Negara-negara FEALAC, khususnya Asia, berpandangan perlunya memberdayakan regional mechanism, seperti Chiangmai Initiatives dan perlunya dilakukan reform terhadap institusi keuangan internasional seperti World Bank dan IMF untuk lebih meningkatkan manfaatnya bagi negara-negara yang membutuhkan. Sebagian negara Amerika Latin juga meminta pertimbangan negara-negara FEALAC mengenai perlunya untuk melibatkan organisasi-organisasi keuangan regional (seperti IDB dan ADB) dalam kegiatan-kegiatan FEALAC dalam rangka membantu dan menjamin terlaksananya kegiatan-kegiatan tersebut. Pertemuan mengharapkan agar negara-negara FEALAC yang mengikuti pertemuan G-20 lalu dapat berbagi pengalaman mengenai pertemuan dan hasil-hasilnya.
Isu menonjol lain yang disampaikan melalui laporan Working Group (WG) adalah kontra terorisme, Small and Medium Enterprises (SMEs), Turisme, dan Information Technology (IT). Terkait dengan Working Group, pertemuan ini juga menyepakati bahwa WG I yang selama ini disebut WG Politik, Kebudayaan dan Pendidikan, diganti menjadi WG Politik, Kebudayaan, Pendidikan dan Olah Raga, mengingat besarnya minat negara-negara FEALAC di bidang olah raga.
Salah satu topik yang dibahas dalam SOM ke-9 adalah usulan Jepang mengenai Modalitas FEALAC. Tujuan utama dari usulan ini adalah demi tercapainya efisiensi, efektivitas, dan menjamin partisipasi maksimal dari negara-negara FEALAC. Namun demikian, disadari pula bahwa meskipun usulan ini ditujukan demi efisiensi dan efektivitas, tetap diperlukan adanya fleksibilitas dalam pelaksanaannya, mengingat adanya concern lain, terkait dengan kewajiban Koordinator Kawasan untuk menjadi host untuk pertemuan SOM dan tiga Working Group sehingga durasi pertemuan menjadi lebih lama. Karena itu, disepakati bahwa modalitas ini akan dilaksanakan dalam bentuk uji coba, untuk kurun waktu 2 tahun dari 2009 hingga 2011.
Pada SOM ini, Delegasi Indonesia telah menyampaikan secara resmi kesediaan Indonesia menjadi Koordinator Asia untuk Periode 2009-2011 menggantikan Jepang. Posisi lainnya, dari hasil konsultasi antara negara-negara Asia disepakati bahwa Korea akan menjadi Co-Chair WG I menggantikan Indonesia bersama Kolombia, Filipina menjadi Co Chair WG II, dan Selandia Baru tetap menjadi Co-Chair WG III. Sedangkan wakil-wakil Amerika Latin belum menentukan wakil-wakil untuk WG II dan III, masih akan dikonsultasikan lebih lanjut.